Monday, March 7, 2011

Tentang keputusan

Duduk termenung ku seorang diri,
tak tau apa yg haruz ku fikirkan,
semua tlah mnjadi abu2 tnpa restu,,
bimbang dlm kegalauan hati,
tanpa tersadari telah mati,
asa,harapan n mimpi telah pergi,,
haruzkah aq berlari tinggalkan semua ini…?
meninggalkan hati tuk di caci,
membiarkan jiwa tuk di cela,,
itukah inginku,atau inginmu…?
bkn… itu inginya,, sang dewasa dlm keluarga,
berkata tanpa tau apa yg dirasa..
kini aq berdiri dlm tepian hati,,
tak mampu ku beranjak tuk tetapkan ini,
satu keputusan tersudut utk membawaku hidup atw mati!!!

Aku Telah Membinci Mu

Semakin Aku Menyayangimu...
Semakin Salah Aku Lakukan...
Semakin Aku Mengharap Mu....
Semakin Pedih Aku Rasakan....
Mungkin Tak Pernah Kau Rasakan....

Pahit Rasanya, Manis Yang Kau Beri..
Aku Relakan Arah Yang Kau Tuju.....
Demi Satu Rasa Yang Abadi
Dan Tak Pernah Ku Relakan....
Putih Kau Nodai......

Aku Telah Membencimu Kini....
Bersama Hujan Air Mata....
Aku Telah MembenciMu Kini...
Memutuskan Antara Aku Dan Kamu...
Yang Tak Mungkin Aku Kenali Lagi..........

Orion BAnd - Aku yang Tersakiti

sudah sering kamu menyakiti hati ini
lukanya begitu perih hingga tak terobati
letih jiwa raga dan hancur hatiku ini
mengingat segala yang tlah terjadi

sudah sering kamu menyakiti hati ini

lukanya begitu perih hingga tak terobati
detak jantungku pun terasa berhenti hingga
ku tak bisa lanjutkan hidup ini

Reff

bila mungkin nanti jika aku mati
maka dengarkanlah sadarku ini
jangan pernah engkau menyesali segalanya
yang pernah kau lakukan.....

Back To Reff 2x

akhir kisah cinta

ketika awan berbisik tanpa senyum
bintang meredup hilangkan keindahan
khayal telah terlempar jauh
saat mawar hitam berselubung kepedihan menyelimuti
seiring gerimis senja itu
ku akhiri kisah cintaku untukmu…….
terima kasih untuk luka ini
semoga bisa mendewasakan aku

Sunday, March 6, 2011

Selamat Tinggal Cinta

Hati ini terasa sunyi tanpa nafas cintamu,
Hidup ini sepi tanpa senyuman darimu.
Diri ini senyap tanpa jiwa kasih mu,
Ruang hatiku gelap tanpa arah tuk melangkah.
Cinta,
Mengapa semua harus terjadi.
Mengapa disaat terang dunia kalbuku kau berlalu,
Kau tinggalkan sepenggal dusta dalam rasa.
Cinta,
Aku hanya mampu memeluk rasa.
Memeluk mimpi senja yng kelabu,
Meniti harapan fajar kelana.
Cinta,
Kau buat aku tak yakin untuk bertepi.
Kau beri aku segenggam luka,
Mengapa cahaya pelangi menjadi api,
Selamat jalan cinta..
Selamat berbahagia di atas luka ku..
Biarkan kata merangkai hati serupa darah dibalik tirai..

Kemunafikan Rasa

Tanah tak terasa dipijak, pandangan mata gelap dan hati mengeras.. 
Itulah yang terjadi ketika ego menguasai hati, 
dia tidak memberikan ruang sedikitpun kepada rasa cinta dan kasih sayang, 
untuk berlabuh. Hanya sesaat saja… 
Bagaikan kemarau setahun dihapus hujan sehari. 
Kasih sayang yang dibina dengan ketulusan tidak dianggap dan lenyap begitu saja. 
Hujatan, makian keluar dari mulut tanpa henti, 
Ketidakpuasan, kelemahan menjadi senjata untuk saling memaki dan memaki. 
Kemanakah hatinurani itu  pergi, dan mengapa emosi dan ego itu menguasai…? 
Hati memang cinta dan terkadang mulut tak dikontrol menjadi pemicunya… 
keinginan untuk menjadikan keadaan lebih baik dan membuat orang berubah menjadikan mulut tidak terkontrol. 
Semua merasa tersakiti…Ketika disadari perubahan itu mesti dimulainya bukan untuk diinginkan saja..........